Senin, 13 Agustus 2018

WANITA YANG PERNAH DIANIAYA SERING TERLIBAT SEKS BERESIKO

Kekerasan yang diterima kaum wanita baik semasa kecil atau dewasa bisa membuatnya lebih mungkin melakukan seks berisiko. Contohnya saja saat berhubungan seksual wanita tersebut cenderung tanpa kondom atau sering gonta-ganti pasangan seksual.

Demikian pernyataan dari peneliti di Centers for Behavioral and Preventive Medicine, Miriam Hospital.

Temuan itu menawarkan pemahaman baru yang berhubungan antara paparan kekerasan dan perilaku berisiko HIV/STD, khususnya di kalangan berpenghasilan rendah, wanita urban, yang mempunyai pengalaman yang tinggi dalam kekerasan.



"Sayangnya, hasil penelitian kami menunjukkan bahwa banyak wanita harus menghadapi berbagai bentuk kekerasan dan beberapa kombinasi dari pengalaman kekerasan yang menempatkan perempuan pada risiko HIV, IMS, atau kehamilan yang tidak direncanakan. Belum lagi risiko kekerasan itu sendiri," kata penulis utama Jennifer Walsh, dari Miriam Hospital.

Meskipun penelitian sebelumnya sudah mengaitkan perilaku seksual berisiko dan beragamnya bentuk kekerasan, termasuk penganiayaan dan pelecehan seksual, kekerasan pasangan intim, dan paparan kekerasan masyarakat, namun sedikit penelitian yang melihat pola kekerasan dan dampaknya dalam pengambilan risiko seksual.

Penelitian ini melibatkan 481 wanita yang mendatangi klinik STD di perkotaan yang mempunyai riwayat kekerasan seksual dan berperilaku seks berisiko.

Para wanita, terutama Afrika Amerika dan sebagian besar berekonomi kurang beruntung. Secara keseluruhan, perempuan yang dilaporkan mengalami tingkat paparan yang tinggi terhadap kekerasan dibandingkan dengan populasi umum,

Semua jenis kekerasan saling terkait, dengan wanita yang mengalami salah satu jenis kekerasan lebih mungkin untuk mengalami bentuk-bentuk lain juga.

Peneliti mengidentifikasi menjadi empat kelas dari wanita dengan pengalaman kekerasan yang berbeda.
Wanita dengan paparan kekerasan yang rendah (39 persen)
Wanita yang mengalami kekerasan di masyarakat (20 persen)
Wanita yang mengalami penganiayaan di masa anak-anak (23 persen)
Wanita yang mengalami berbagai bentuk kekerasan (18 persen).
Tim menemukan, wanita yang mengalami berbagai bentuk kekersan dan mengalami kekerasan masyarakat memiliki perilaku seks berisiko yang tinggi. Termasuk jumlah pasangan seksual seumur hidup dan penggunaan alkohol serta narkoba, sebelum melakukan seks.

Walsh percaya studi ini memiliki beberapa implikasi klinis.

"Pengelompokan dari berbagai jenis kekerasan menunjukkan dokter yang bekerja dengan wanita yang telah mengalami satu jenis kekerasan harus menanyakan tentang jenis kekerasan lainnya dalam rangka untuk mendapatkan gambaran yang lengkap," tambahnya.

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih