Senin, 20 Agustus 2018

SEBUAH ANUGERAH DARI SANG PENCIPTA

Wawan Wahyudi tidak pernah menyangka jika dirinya dapat selamat dalam bencana longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Karangkobar, Banjarnegara. Sebelum terjadi longsor, Wawan mendengar suara letusan dari atas bukit.



Dia bercerita saat longsor terjadi dirinya sedang membantu kakeknya untuk memperbaiki atap rumahnya yang rusak. Sesaat itu pula dia mendengar suara letusan hingga dua kali disertai suara gemuruh yang membuat warga panik dan berlarian.

Wawan yang mengalami cacat pada kaki kirinya dan menggunakan kaki palsu sempat kesulitan. Tiba-tiba dirinya sudah terhempas dan terseret longsoran tanah.

Ketika itu tubuhnya sudah tertimbun tanah, hanya lehernya saja yang masih tersisa. Dia juga masih melihat kakeknya yang ikut tertimbun longsor tidak jauh dari lokasi dia tertimbun. Banyak suara orang meminta tolong dan mengerang kesakitan pada saat itu.

Namun itu tidak bertahan lama, sesaat itu pula longsor susulan kedua terjadi, sejak saat itu dirinya sudah tidak lagi mendengar suara kakeknya dan beberapa warga lainnya yang sempet berteriak meminta tolong. 7 Jam kemudian dia berhasil dievakuasi oleh para relawan.

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih