Jumat, 24 Agustus 2018

EKSTASI DALAM KOMPRESOR

PORLI melalui Kepolisian Daerah Riau (kepri) berhasil menggagalkan penyeludupan !62.500 butir ekstasi yang diyakini berasal dari negara jiran Malaysia yang diselundupkan melalui perusahaan jasa ekspedisi dan disembunyikan di dalam kompresor guna mengelabuhi petugas dan merupakan modus baru yang aman dengan jumlah banyak.



Dari Mabes Porli di jakarta selatan, pada jumat tadi melalui Wakil Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Kombes Pol Anjan Pramuka Putra menjelaskan bahwa dilihat dari kemasannya ekstasi yang diselundupkan tersebut merupakan buatan Malaysia. "Ini produksi malaysia, karena dilihat dari kemasannya berbeda. Bila dari Belanda biasanya dipacking, tapi kalau ini hanya dimasukan dan plastiknya dilubangi," ujarnya sembari dibarengi dengan "Tingkat kekerasannya pun berbeda dengan yang berasal dari Amsterdam. Sehingga ini yakin diproduksi dari Malaysia,"

Menurut Anjan, adanya perbedaan harga yang mencolok antar di Indonesia dengan Malaysia. Harga satu butir ekstasi di Indonesia lebih mahal daripada Malaysia. "Kenapa dipasok ke Indonesia karena disana lebih murah, sementara disini mahal untuk satu butirnya di sini bisa mencapai harga Rp 200 ribu, bahkan bila sedang tidak ada barangnya bisa mencapai Rp 400 sampai dengan Rp 500 ribu," ungkapnya.

Direktorat IV Tindak Pidana Bareskrim Polri pun turut membantu proses pengungkapan kasus Narkoba seharga Rp 24 miliar tersebut. Dikatakan mantan Direktur Narkoba Polda Metro Jaya pengungungkapan bermula dari informasi Polda Kepri pada April 2013 yang kemudian ditindaklanjuti Direktorat IV Bareskrim Polri. Setelah ada informasi akan ada pengiriman Narkoba dalam jumbah besar lantas Bareskrim pun melakukan komunikasi dengan Polisi Narkoba Diraja Malaysia, yang pada saat itu dihadiri pula Polda Kalimantan Barat dan Polda Kepulauan Riau.

"Pengungkapan kasus ini merupakan hasil join informasi antara polisi narkoba Diraja Malaysia yang sebelumnya sudah dapat informasi dari Polda Kepri dan mendapatkan respon dari Kepolisian Diraja Malaysia," terang Anjan. Kemudian Rabu (5/6/2013) Polda Kepri menghubungi Direktorat IV Bareskrim Polri menginformasikan bahwa barang akan masuk Jakarta sampai akhirnya, Kamis (6/6/2013) sindikat narkoba tersebut bisa terungkap. "Ini jaringan internasional karena pelakunya.

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih