Senin, 02 Juli 2018

TERDAKWA STATUS FACEBOOK ERVANI

Bantul - Terdakwa kasus pencemaran nama baik Ervani Emy Handayani binti Salman tidak menyangka statusnya di media sosial Facebook dapat menjebloskan dirinya ke jeruji besi. Waktu itu ia tidak bermaksud melakukan pencemaran nama baik kepada salah satu pimpinan di tempat suaminya bekerja.



"(Saya) Nggak nyangka akan masuk tahanan. Saat masuk tahanan itu saya baru berusaha mencari bantuan hukum. Jadi penyidikan sampai pelimpahan saya atasi sendiri, BAP juga sendiri kalau waktu saya ungkapkan tidak sengaja dan tidak bermaksud mencemarkan nama baik," Ervani usai persidangan perdana kasusnya di Pengadilan Negeri Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurut Ervani, ketika itu ia hanya ingin memyampaikan aspirasi dari teman-teman suaminya, Alfa Janto, yang mengeluhkan kebijakan pemimpin bernama Ayas (Diah Sarastuti). Teman suaminya mengeluhkan kebijakan perusahaan tentang masalah tenaga kerja.

"Waktu itu teman-teman suami ngomong kalau Ayas pimpinan suami bekerja tidak pantas karena dia masih kecil 26 tahun, tapi sudah dikasih wewenang jadi supervisor,"  Ervani, Ibu rumah tangga ini mengaku sejak bulan Maret dirinya sudah mengalami tekanan terkait kasus tersebut. Ia pun sudah meminta maaf kepada yang bersangkutan, namun tidak mendapat respons dan langsung masuk ketahanan sebagai terdakwa tanpa ampun.

"Spontan saja. Bulan Maret (2014) dimutasi diundang Depnaker nggak pernah datang Ayas. Ditanya nggak tahu nggak tahu padahal jabatannya harusnya dia tahu. Hak suami belum diberikan, nggak dikasih ganti saat sakit, nggak ada BPJS (kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial), nggak ada cuti," semuanya serba tidak diberi yang seharusnya jadi kewajiban dari perusahaan tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih