Senin, 02 Juli 2018

PUTING BUKAN AREA YANG SENSITIF ADA 4 FAKTA LAIN TETANG PAYUDARA

Payudara menjadi bagian tubuh wanita yang paling menarik untuk pria. Saat bercinta, payudara pun menjadi area yang paling sering distimulasi oleh pria sehingga libido mereka semakin meningkat. Mengingat payudara wanita begitu disukai oleh pria, sudahkah para pria tahu sejumlah fakta mengenai bagian tubuh tersebut?

Berikut ini empat fakta mengenai payudara yang bisa jadi belum diketahui para suami seperti dirangkum dari berbagai sumber:



1. Puting Bukan yang Paling Sensitif
Sebagian besar pria hanya fokus pada area puting saja saat memberikan wanita stimulasi di area payudara. Faktanya ada bagian payudara lain yang lebih bisa membuat wanita orgasme saat bercinta jika distimulasi. Menurut pakar seks Debbie Herbenick, Ph.D., puting justru bagian yang paling kurang sensitif saat disentuh, dan belum tentu wanita dapat merasa orgasme.

Dalam riset yang dilakukan terhadap 150 wanita, area payudara yang paling sensitif adalah 1/4 bagian atas payudara. Jika payudara diibaratkan seperti jam, dan puting adalah bagian tengahnya, yang paling sensitif adalah di area antara pukul 10.00 dan 02.00. Urutan kedua bagian paling sensitif dari payudara adalah areola, bagian gelap yang mengelilingi puting. Oleh karena itulah Debby menyarankan agar para pria tidak hanya fokus pada stimulasi puting, karena itu bukan area yang paling sensifit dipayudara wanita.

2. Orgasme Payudara
Penelitian yang dimuat dalam Journal of Sexual Medicine, Volume 8, mengungkapkan stimulasi puting bisa mengaktifkan wilayah di otak, sama seperti jika stimulasi dilakukan melalui vagina. Dalam penelitian tersebut responden wanita diminta berbaring di atas mesin fMRI. Mereka kemudian diminta melakukan stimulasi sendiri secara bergantian di klitoris, vagina, serviks dan puting selama 30 detik. Setelah diteliti ditemukan, stimulasi puting mengaktifkan area di otak yang dikenal sebagai sensor genital. Aktivasi ini sama efektifnya seperti ketika stimulasi dilakukan di klitoris, vagina dan serviks.

3. Ukuran Payudara Bisa Berubah
Data dari National Institute of Health mengungkapkan, payudara wanita bisa berubah ukurannya ketika memasuki masa haid atau datang bulan. Hal itu terjadi karena adanya peningkatan hormon progesteron dan prolaktin sekitar seminggu atau dua minggu sebelum haid. Peningkatan hormon tersebut membuat payudara bisa menampung lebih banyak air dan jaringan payudaranya serta kelenjar susu lebih berkembang. Perubahan itu pun menyebabkan ukuran payudara berubah. Pada beberapa wanita, payudara mereka bisa membesar lebih dari ukuran cup bra yang biasa mereka pakai, hal tersebut tergantung dari hormon si wanita.

Saat haid ini pria perlu lebih berhati-hati jika menstimulasi payudara istri. Stimulasi payudara yang biasanya bisa menambah libido, bisa terasa sebaliknya, menyakitkan dan tidak menyenangkan, demikian penjelasan dari Leah Millheiser, dokter di Stanford School of Medicine.

4. Payudara Kiri dan Kanan Bisa Berbeda Ukuran
Penulis 'Do Gentlemen Really Prefer Blondes: Bodies, Behavior, and Brains -- The Science Behind Love, Sex, and Attraction', Jenna Pincot mengungkapkan dalam bukunya, sangat normal jika seorang wanita merasa payudara kiri dan kanannya berbeda ukuran. Ada 65% wanita yang mengatakan payudara kiri mereka cenderung lebih besar dari sebelah kanan. Kenapa hal itu terjadi? Belum ada penyebab pastinya. Diduga hal itu karena immune hypersensitivity, yang lebih tinggi di sisi kiri tubuh sehingga berdampak pada hormon dan menentukan ukuran serta bentuk payudara.

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih