Senin, 23 Juli 2018

Depok Mengikuti Jakarta dalam Menangani Pengemudi Ojek Online

Poker Online - Kepala Dinas Perhubungan Depok Dadang Wihana mengatakan, pihaknya tertarik mengikuti peraturan yang diterapkan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta dalam menangani pengemudi ojek. “Kami akan mempelajari metode yang digunakan oleh Jakarta,” kata Dadang, Sabtu.


Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah, meminta operator jaringan seluler untuk menonaktifkan aplikasi angkutan naik di daerah-daerah tertentu. Hal ini berdasarkan seringnya pelanggaran aturan yang disebabkan oleh banyak pengemudi ojek online yang berkumpul di satu area. "Jadi itu menyebabkan kemacetan," kata Andri.

Dengan intervensi operator jaringan seluler, Andri mengatakan, aplikasi ojek online tidak dapat digunakan di daerah-daerah tertentu. "Driver tidak bisa mendapatkan sinyal pada titik yang ditentukan, sehingga mereka tidak akan mendapatkan pesanan di lokasi itu," katanya.

Menurut Dadang, agennya telah bertemu dengan operator jaringan seluler ojek online. Ada tiga perjanjian yang akan diterapkan. "Pengadaan tempat tinggal bagi para Driver adalah dari mereka sendiri, membentuk tim yang terdiri dari perwakilan Organisasi Pemuda, dan kehadiran koordinator lapangan dan masyarakat," katanya.

Dengan kesepakatan itu, kata Dadang, komunitas ojek online akan mampu mendisiplinkan pengemudi agar tidak parkir di tempat terlarang. Sedangkan shelter diperlukan agar pengemudi memiliki tempat untuk menunggu penumpang. “Operator jaringan seluler ojek online bertanggung jawab untuk pengaturan pengemudi ojek online,” kata Dadang.

Dadang mengatakan, hingga kini, Pemda Depok tidak memiliki data pengemudi ojek online. "Berdasarkan data dari operator, ada 15.000 pengemudi, yang aktif sekitar 7.000," katanya.

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih