Senin, 23 Juli 2018

DAERAH TANAH JAKARTA YANG KRITIS

Menurut data Biro Pusat Statistik, pusat pemerintahan sekaligus perekonomian di Indonesia disesaki tidak kurang dari 10 juta manusia. Seiring mengalirnya pekerja dari kawasan satelit seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, siang hari angka ini melonjak hingga mencapai lebih 12 juta orang.

Memasuki usia 487 tahun, wilayah megapolitan ini tak berhenti menggeliat. Gedung-gedung baru pun berlomba mencakar langit. Padahal kondisi tanah Jakarta terhitung lunak dan labil areal.



Hal ini disebabkan penopang seluas 740 kilometer persegi tersebut, didominasi tanah lempung dan sedimen lumpur. Kondisi inilah yang membuat Jakarta semakin rawan jika terjadi gempa bumi.

Sejatinya Jakarta memang bukan wilayah aman dari ancaman gempa bumi. Karena pada 2 September 2009, gempa berkekuatan 7,3 Skala Richter menggoyang Jakarta yang berpusat di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sebuah jurnal ilmiah Belanda bahkan pernah menyebutkan, gempa pernah meluluhlantakkan Batavia lebih dari 3 abad silam. Gempa besar kembali berulang seabad lalu.

Fakta ini menjadi perhatian serius para peneliti gempa, karena Jakarta dikelilingi pertemuan lempeng kontinen dan sesar atau patahan tektonik. Satu di antaranya patahan yang membentang dari Ciputat hingga ke wilayah Kota Tua.

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih