Selasa, 03 Juli 2018

CARREFOUR BUKA LOWONGAN KERJA UNTUK 50 KARYAWAN DIFABEL

Soe Hok Gie dikenal sebagai aktivis yang kritis pada kelakuan pejabat yang korupsi. Tulisan-tulisannya tajam menyerang mereka yang seenak perutnya bersenang-senang dengan uang rakyat.

Pada Bulan Oktober 1968-Januari 1969, Gie berkesempatan mengunjungi Amerika Serikat. Dia diundang Departemen Luar Negeri AS, untuk mengunjungi beberapa kampus terkemuka di sana.

Gie pun sempat bertemu dengan para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di AS. Ada kisah menarik dari para mahasiswa itu. Ternyata pejabat Indonesia sangat senang mengencani pelacur bule di Amerika. Kode untuk berkencan dengan pelacur bule adalah 'naik kuda putih'.

Gie kemudian menuliskan kelakuan miring para pejabat Indonesia itu dalam artikel Orang-orang Indonesia di Amerika Serikat yang diterbitkan surat kabar Sinar Harapan tanggal 13 Maret 1969. Dia menyindir kelakuan para pejabat yang sok suci tapi bejat. Parahnya lagi mereka mengencani pelacur dengan uang rakyat, bersenang-senang menggunakan uang rakyat.



Seorang mahasiswa bercerita pada Gie. Para pejabat menyuruh mereka mencarikan 'kuda putih'. Para mahasiswa pun iseng mengerjai para pejabat itu. Mereka mencarikan pelacur kelas rendah yang tarifnya USD 15, para pejabat pun menganggap pelacur yang dicarikan kelas kakap.

"Lalu kami bilang tarifnya USD 100. Bagi mereka tidak jadi soal karena yang mereka pakai adalah uang negara. Yang USD 85 kami tilep," tulis Gie menceritakan kelakuan para mahasiswa itu.

Sekitar tahun 1965, ada juga pejabat yang memaksa para mahasiswa di AS mendirikan Barisan Soekarno. Maklum saat itu lagi gontok-gontokan politik di Indonesia.

Para mahasiswa pun tak mau begitu saja dikendalikan pihak-pihak tak jelas. Pejabat itu dibawa ke bar. Di sana dia malah mabuk dan berbuat tak senonoh dengan para pelayan bar mesum itu,.

Para mahasiswa pun memotret kelakuan pejabat tersebut. Keesokan harinya mereka memperlihatkan foto-foto syur semalam.

"Kalau bapak terus memaksakan soal Barisan Soekarno, terpaksa kami umumkan ke Indonesia, atas perilaku apa saja yang bapak lakukan disini, semua akan kami bongkar keindonesia" kata mahasiswa tadi dengan tenangnya.

"Permintaan saya pada para pembaca, kalau sekiranya pergi ke AS atau Eropa Barat supaya menghubungi mahasiswa-mahasiswa di sana. Mereka masih muda, senang guyon dan mau cerita terus terang. Coba tanyakan kelakuan-kelakuan pemimpin-pemimpin kita di luar negeri, tingkah laku pejabat-pejabat kedutaan besar Indonesia di sana. Lalu tanyakan berapa gaji mereka dan apa yang telah mereka lakukan di sana. Hasilnya bisa bikin sakit perut,"

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih