Kamis, 21 Juni 2018

SUAMI RUTIN KIRIMI UANG SENILAI 100 JUTA, WALAU PUN SANG SUAMI DIPENJARA

Jakarta - Hukuman penjara tampaknya tak membuat jera para bandar narkoba. Dari balik jeruji besi, para bandar tetap menjalankan bisnis haram tersebut.

Seorang narapidana, Pony Tjandra (47), yang merupakan bandar narkoba dengan aset puluhan miliar rupiah, secara rutin mengirimkan uang ratusan juta rupiah setiap bulannya kepada sang istri, Santi (45).



Pony, yang divonis 20 tahun penjara atas kasus kepemilikan sebanyak 57.000 butir ekstasi pada 2006, ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN), Kamis, di rumahnya di Perumahan Pantai Mutiara Blok R No.22 Pluit, Jakarta Utara.

Sementara Santi ditangkap pada hari yang sama di rumah Pony lainnya yang berada di perumahan Griya Agung, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Dari pengakuannya, Pony dapat memberikan uang rutin setiap bulannya sebesar Rp 100 juta untuk keperluan keluarganya," kata Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Agus Sofyan dalam konferensi pers di Gedung BNN, Rabu (1/9).

Agus mengatakan, berdasar penelusuran BNN terdapat sekitar 13 rekening atas nama orang lain yang digunakan Pony untuk bertransaksi narkoba dengan sejumlah bandar dan melakukan tindak pencucian uang. Beberapa diantara para bandar yang bertransaksi dengan Pony antara lain Edy alias Safriady jaringan Aceh serta dua orang bandar lainnya yang bernama Irsan alias Amir dan Ridwan alias Johan Erick dengan perputaran diperkirakan mencapai angka 650 miliar.

Pasangan suami istri Pony dan Santi dijerat dengan pasal 137 huruf a dan b UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal 3,4,5 UU No.8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Atas perbuatannya, kedua tersangka ini terancam hukuman maksimal penjara selama 25 tahun untuk pertanggung jawas atas perbuatannya selama ini.

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih