Jumat, 15 Juni 2018

KPK Akan Tetap Memantau Selama Liburan Idul Fitri


Info Berita - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendesak penyelenggara negara untuk menghindari korupsi seperti menerima atau memberikan gratifikasi dan suap selama libur Lebaran. KPK juga memperingatkan bahwa tidak akan mengendurkan pengawasannya meskipun tidak ada banyak karyawannya.

“Karyawan KPK umumnya pada cuti kolektif, namun, hari libur tidak dapat menghentikan sejumlah tugas untuk ditangani,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah.

Menurut Febri, KPK akan terus memainkan perannya dalam memantau dan mengambil tindakan terhadap tindakan korupsi yang dilakukan oleh penyelenggara negara meskipun hampir setiap karyawan di sektor swasta dan aparat negara sipil pada hari raya Idul Fitri.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa KPK memiliki tim penegak hukum yang terus bekerja di lapangan untuk menanggapi keluhan dan laporan orang-orang. "Karyawan terkait lainnya akan terus bekerja," katanya.

Selama Ramadan, KPK menangkap Ketua Dewan Legislatif Mojokerto (DPRD) dalam operasi penyerangan untuk korupsi. Sementara itu, pada Idul Fitri 2016, KPK menangkap Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian karena menerima uang dari kelompok yang diuntungkan dari peraturan yang dia perkenalkan.

Selama 2018 Idul Fitri, pemerintah Indonesia memutuskan untuk memperpanjang cuti kolektif wajib pemerintah hingga tujuh hari. Cuti untuk aparat negara sipil berlaku mulai dari 11 hingga 20 Juni.

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih