Selasa, 12 Juni 2018

DURHAKA, SEORANG ANAK BUNUH IBU KANDUNG DAN MENYETUBUHINYA

Perilaku anak ini sungguh sadis dan bejat. Dia tega membunuh ibu kandungnya dengan memukulkan palu berkali-kali hingga tewas. Sudah begitu, anak ini menyetubuhi jenazah ibu kandungnya, anak ini sunggung tidak berprikemanusiaan.

Anak itu bernama Kevin Davies (19) yang kini menjalani sidang di pengadilan dan telah mengaku membunuh Kimberly Hili, sang ibu berusia 52 tahun di kota Corpus Christi, Texas. Atas perbuatannya itu, Kevin terancam hukuman penjara maksimal 99 tahun atas perbuatan sadisnya terhadap ibu kandungnya.



Di dalam persidangan, para juri disajikan hasil wawancara para detektif dengan remaja itu yang menyerahkan diri ke polisi setelah melakukan kejahatannya.
Kepada polisi, Kevin membeberkan, awalnya dia mencoba membunuh Kimberly dengan sengatan listrik menggunakan kabel dari perangkat permainan miliknya.

Saat usaha itu gagal, Kevin mengambil sebuah palu dan memukuli ibunya sebanyak 20 kali. Lalu dia mengaku melakukan hubungan seksual dengan jasad ibunya.
Setelah membunuh ibunya, Kevin tetap tinggal di apartemennya dengan niat membunuh saudara perempuannya saat dia tiba di rumah. Namun, Kevin membatalkan niat itu dan pergi meninggalkan rumah dengan mengendarai sepeda.

"Saya memiliki hasrat untuk membunuh. Tampaknya hasrat itu agak berlebihan," Kevin kepada polisi.
Masih dalam wawancara dengan polisi, Kevin mengatakan, dia memiliki fantasi membunuh ibu dan saudara perempuannya. Jika bisa, dia akan membunuh mereka lagi.
Bahkan Kevin mengatakan, dalam fantasinya, dia mengenakan setelan rapi, memutilasi seorang gadis, dan memakaikan gaun sebelum bersetubuh dengan jasadnya. "Jika itu terjadi maka saya akan mengalami malam yang tak terlupakan," sungguh tidak waras apa yang sudah dinyatakan kepada polisi.

Saat polisi bertanya alasan Kevin membunuh ibu kandungnya, dia mengatakan bahwa dirinya bosan dengan kehidupan dan tidak menyukai orang lain. "Saya tidak terbelakang mental. Saya waras. Saya tahu apa yang saya lakukan," Kevin kepada penyidik polisi.

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih