Jumat, 18 Mei 2018

TERUNGKAP! Ini Senjata Rahasia AS Yang Mengancam Dunia

Perang telah berkembang secara dramatis dengan munculnya teknologi dan senjata yang modern serta mutakhir.

Dulu, jalannya perang mungkin sangat dipengaruhi dengan seberapa banyak sumber daya manusia yang dimiliki oleh sekelompok pihak.

Namun kini, akibat perkembangan teknologi, kuantitas sumber daya manusia tak lagi memiliki peran yang signifikan dalam sebuah peperangan.



Sekarang, sebuah konflik bersenjata dapat dipengaruhi secara krusial hanya dengan melibatkan satu atau dua orang saja yang bertugas untuk mengendalikan mesin perang canggih, seperti misalnya, drone nirawak (tanpa awak) yang dikendalikan secara remote.

Pada masa kini, banyak negara justru berlomba-lomba untuk memproduksi teknologi canggih untuk peperangan milik sendiri.

Dan, untuk menghindari persaingan dengan negara lain, banyak di antara mereka yang berusaha merahasiakan teknologi perang canggih tersebut.

Namun, tak sedikit pula sejumlah di antaranya yang bocor ke publik. Salah satunya, teknologi perang yang diduga milik Amerika Serikat.

Dari sejumlah contoh, berikut Adalah teknologi dan senjata perang canggih rahasia yang diduga milik Amerika Serikat yang bocor ke publik, Mari simak.

Active Denial System
Yang disebut dengan Active Denial System memang terdengar seperti alat keamanan, bukan senjata. Akan tetapi, perangkat militer itu sebenarnya sudah mulai dipakai di Afghanistan. Diduga, alat itu nantinya akan segera menjadi alat kendali kerumunan di AS.

Senjata itu berbentuk milik truk satelit. Tugasnya adalah menembakkan radiasi elektromagnetik tak mematikan pada sasaran, agar suhu tubuhnya mencapai 50 derajat celsius sehingga terasa pedih dan sangat tidak nyaman.

Gagasan di belakang itu adalah suatu teori bahwa sasaran ingin menyingkir sesegera mungkin dari area tersebut dan mereka tidak lagi menjadi ancaman yang efektif.

Senapan PHASR
Para penggemar Star Trek mungkin masih ingat kata "Pasang phaser untuk melumpuhkan" dari serial tayangan di masa lalu. Ternyata, di masa kini sudah ada senjata yang mirip dengan itu.

Sistem yang dimaksud dikenal sebagai senapan PHASR, singkatan dari Personnel Halting and Stimulation Response. Sistem itu pada dasarnya adalah senapan laser yang tak mematikan (non-lethal) yang dipakai untuk membutakan sasaran untuk sementara waktu agar tidak menerobos pembatas militer.

Senjata itu tidak menyebabkan kerusakan menetap, tapi musuh atau sasaran hanya lunglai selama beberapa detik sehingga ada waktu untuk memeriksa keadaan ancaman.

Pesawat Terbang Induk
Jauh sebelum helicarrier di film laga/komik Avengers tampak di layar lebar, Amerika Serikat telah merancang alutsista berkonsep serupa pada 1920-an.

Saat itu, Angkatan Laut AS telah mengeksplorasi potensi pesawat terbang induk taktis bermodel Zeppelin. Negeri Paman Sam berhasil memproduksi dua buah, USS Akron dan USS Makon, yang masing-masing diawaki oleh 60 orang dan mampu membawa sejumlah pesawat terbang Sparrowhawk.

Namun akibat kegagalan teknis pada USS Akron dan USS Makon yang menelan korban jiwa, AS tak lagi memproduksi pesawat semacam itu, dan proyek pengembangan pesawat terbang induk dihentikan.

Akan tetapi, baru-baru ini, muncul rumor bahwa Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) AS membuka kembali proyek pengembangan pesawat tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih