Rabu, 18 April 2018

APAKAH SOTO PANTANG MASUK DAPUR BANGSAWAN?

Keragaman budaya di Indonesia buat kuliner Tanah Air demikian beragam. Satu type kuliner saja dapat mempunyai beberapa versus di beberapa daerah yang berlainan. Sebut saja soto. Nyaris setiap daerah di Indonesia miliki versus soto semasing.

Seperti soto ciri khas Jawa Timur yang umumnya di beri bubuk koya. Di Betawi, soto biasanya di buat memakai santan. Sedang orang Makassar yang mengatakan soto dengan nama coto, umumnya buat sajian ini dengan adanya banyak daging.

poker cimbAda sekitaran 70 type soto di Indonesia. Walau soto disukai dari kelompok bawah sampai presiden, tetapi tidak banyak yang tahu asal-usul kuliner berkuah itu.



Nah, nyatanya awalannya soto yaitu makanan yang identik dengan makanan rakyat, menu kelas bawah serta pantang masuk ke dapur bangsawan semasa penjajahan Belanda.

 sakong online" Soto identik dengan makanan rakyat karna senantiasa memakai jeroan jadi berisi pada saat masa penjajahan Belanda, " tutur Fadly Rahman, sejarawan Kampus Padjajaran Bandung pada VIVA. co. id waktu didapati beberapa waktu terakhir.

Yaitu Van Der Burg, orang Belanda yang pertama kalinya mendeskripsikan satu masakan yang lalu diakui jadi soto. Dalam buku berjudul Voeding In Netherlandsch Indie pada 1904, Burg menulis orang pribumi Indonesia punya kebiasaan buat kaldu dengan daging mirip gagak. Dia mengatakan gagak karna tidak sempat lihat babat serta jeroan, hingga ia berasumsi daging itu yaitu burung gagak.

Rahman menyebutkan berdasar pada beragam sumber, soto pertama kalinya di kenal orang-orang pada era ke-19. Masakan ini malah dibawa oleh orang Kanton yang bermigrasi ke Indonesia saat itu serta soto jadi popular di lokasi peranakan Tionghoa di Semarang.

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih