Jumat, 02 Maret 2018

Bantu Nenek di Tapanuli Alexandra Gottardo Dapat Marga

Keinginan Alexandra Gottardo untuk membantu seorang wanita tua di Tapanuli, Sumatera Utara, tak main-main. Ia pun rela menempuh perjalanan selama 14 jam dari Bali untuk bertemu dengannya.

Alexandra Gottardo pun berpose bareng dengan Opung Saulina Boru Sitorus. Mengenakan kain ulos, keduanya tersenyum ke arah kamera.

Foto ini pun diunggah di akun Instagram Alexandra Gottardo,

poker cimbSelama berada di sana, Alexandra Gottardo pun diperlakukan istimewa. Selain mendapat jamuan makan siang, ia juga diberi marga Batak “Naiborhu”.



“Saya datang ngobrol selama kurang lebih 3 jam, cerita tentang permasalahannya, cerita tentang adat mereka, dijamu makan siang, diberi ulos sampai diberikan marga batak “Naiborhu” oleh Opung. Sepengelihatan saya Opung dan keluarga perlu support moril dan materil, karena mereka masih sangat terpukul oleh kejadian ini dan saat ke enam anak laki-lakinya ditahan sehingga istri-istri merekalah yang menjadi tulang punggung keluarga,” cerita Alexandra Gottardo sebagai keterangan foto.

sakong onlineMendapat cerita menarik dari keluarga Opung Saulina, Alexandra Gottardo pun tergerak untuk mengajak teman-teman lain untuk membantu.

Dan Alexandra Gottardo pun berjanji akan kembali ke Tapanuli dengan membawa bantuan untuk keluarga tersebut.

“4 bulan suami mereka dipenjara dan para istri selalu menemani Opung untuk bolak balik ke persidangan sambil membesuk suami-suami mereka. Teman-teman kalau ada yang bersedia membantu Opung dan keluarganya dengan senang hati bisa melalui saya dengan direct message. Inssya Allah saya akan kembali lagi kesini membawakan bantuan buat Opung dan keluarganya,” lanjut

Alexandra Gottardo pun bangga memakai marga Batak. Ia pun langsung memakai di antara namanya. Itu terlihat dari keterangan yang ditulisnya di akun Instagramnya.

“Terima kasih semua untuk support dan doanya Salam hormat saya untuk semua, Alexandra Naiborhu Gottardo Danau Toba, Medan,” tambahnya.

Sebelumnya, Alexandra Gottardo sempat menulis sebuah surat yang ditujukan pada aparat negara terkait kasus yang menimpa Opung Saulina, 92 tahun. Wanita tua ini harus menjalani hukuman selama 1 bulan 14 hari lantaran menebang pohon durian.

Pemilik pohon tersebut tak terima, dia pun melaporkan Opung Saulina dan wanita sepuh ini pun menjalani persidangan.

“Kepada yang terhormat aparat negara yang menangani perkara ini, izinkan saya pribadi untuk merawat nenek Manula “Saulina Boru Sitorus” yang saat ini sudah berusia 92 tahun dan harus merasakan jeruji besi karena menebang pohon,” tulis Alexandra Gottardo.

“Mohon kiranya Pelapor nenek Saulina mau memaafkan kesalahannya, usia beliau sudah sangat tua dan izinkan saya untuk bisa merawat beliau di Panti Jompo dan tidak dipenjarakan, mengetahui umur beliau yang sudah sangat tua,” lanjutnya dalam keterangan yang sama.

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih