Rabu, 21 Maret 2018

5 Kasus Kriminal di Jepang yang Pelakunya Tak Pernah Terungkap

Kehidupan selalu menyimpan sisi gelapnya tersendiri. Begitu pula dengan sebuah negara, ada saja peristiwa kejahatan yang terjadi di setiap waktunya. Bahkan, negara sekelas Jepang, yang mana menduduki peringkat teratas sebagai negara teraman sedunia, tidak luput dari kejahatan. Dan uniknya, ada beberapa kasus kriminal di Jepang yang sampai saat ini tidak diketahui siapa pelakunya.

poker cimbSeperti cerita-cerita dalam komik Detektif Conan, pelaku memiliki pola yang sangat terencana dan penuh dengan intrik licik. Dikarenakan semua kerumitan dari peristiwa kejahatan tersebut, maka sampai saat ini, kasus-kasus itu tak menemui titik temu. Nah, di bawah ini Akiba Nation akan menyajikan 5 kasus kriminal di Jepang yang tidak terungkap siapa pelakunya. Jadi, langsung saja disimak kronologinya di bawah ini, ya!



1. Potongan Tubuh Mahasiswi Miyako Hiraoka

6 November 2009 adalah hari ditemukannya sebuah kepala seorang wanita di daerah pegunungan dekat distrik kota Hamada. Betapa terkejutnya seorang petani yang tinggal di wilayah tersebut ketika menemukan potongan kepala dengan beberapa bagian tubuh lain yang ditemukan tak jauh dari lokasi. Petani pun mulai melaporkan ini ke penduduk, dan laporan penemuan mayat kepada pihak berwajib pun dilakukan.

sakong online - Setelah diotopsi oleh kepolisian Jepang, potongan-potongan tubuh yang meliputi kepala, batang tubuh, pergelangan kaki, dan tulang pinggang berhasil diidentifikasi sebagai Miyako Hiraoka. Miyako Hiraoka adalah seorang mahasiswi yang tengah menimba ilmu di Universitas Shimane. Saksi mengatakan bahwa korban sempat memberitahu orangtuanya bahwa dia beberapa akhir ini merasa ketakutan.

Korban terakhir kali terlihat satu minggu sebelumnya, sekitar pukul setengah sepuluh malam sepulang bekerja. Warga sekitar juga mengatakan bahwa di malam Hiraoka menghilang, mereka melihat ada sebuah mobil yang mengebut di jalan yang selalu diambil Hiraoka ketika pulang bekerja. Mereka juga menambahkan bahwa mereka sering melihat mobil yang sama beberapa kali sebelum Hiraoka akhirnya menghilang.

Namun, sampai saat ini, kasus kriminal di Jepang tersebut tidak terselesaikan dikarenakan kurangnya petunjuk dan semakin rumitnya pola pembunuhan. Motif pelaku nekat melakukan mutilasi terhadap korban pun juga masih menjadi misteri.

2. Ibu Hamil dan Bayinya di Apartemen Nagoya

Percayalah, kalian tidak akan menyangka kasus kriminal di Jepang yang satu ini. Tapi peristiwa ini memang benar-benar terjadi. Bagi penduduk di Nagoya, tanggal 18 Maret 1988 dikenal memiliki lingkaran merah yang berdarah-darah di kalender. Bagaimana tidak? Pada hari tersebut ditemukan dua tubuh yang diselimuti darah dan bau amis yang begitu kental di sebuah apartemen. Dua tubuh tersebut diketahui sebagai ibu hamil dan jabang bayinya yang masih merah.

Mulanya, penghuni apartemen tidak ada yang mengetahui kejadian ini. Hingga akhirnya seorang pria pulang ke kamar apartemennya dan heran karena pintunya tidak terkunci dengan kondisi lampu yang mati. Setelah melangkah masuk dengan perlahan, suara tangisan bayi terdengar samar-samar. Ia yang penasaran mencari sumber suara tersebut. Matanya lantas terbelalak setelah menemukan dua tubuh tergeletak bersimbah darah di kamarnya.

Dua tubuh yang tergeletak itu ternyata adalah mayat istrinya dan bayi yang semestinya masih berada dalam rahim istrinya! Setelah diselidiki, ternyata istri pria tersebut meninggal akibat dijerat di bagian leher dan bayi tersebut kemudian dikeluarkan paksa dari rahim. Polisi kebingungan mendapati peristiwa ini, dikarenakan bayi itu masih hidup dan sehat! Tanpa seseorang dengan keahlian medis yang mumpuni, maka salah prosedur sedikit saja, itu akan membunuh bayinya.

3. Balita Makiko Tsuchiyama dan Telepon Wanita Misterius

Sebulan sebelum Makiko Tsuchiyama tewas mengenaskan, ia ditemukan tak sadarkan diri dengan luka jeratan tali pada bagian lehernya di sebuah parit di gang belakang rumahnya. Setelah segera dilarikan ke rumah sakit, nyawa balita perempuan berumur 2 tahun itu berhasil diselamatkan. Namun, pada kesempatan kedua dengan kondisi yang sama, Makiko telah tewas kehabiskan napas. Tanggal 21 November 1984 merupakan hari berkabung bagi keluarga Makiko Tsuchiyama.

Misteriusnya, setelah percobaan pembunuhan yang pertama, kakek Makiko mendapat panggilan telepon dari seorang wanita yang tidak dikenal. Sambil terisak, wanita tersebut mengatakan, “Maafkan aku.” Kemudian sambungan telepon pun ditutup. Beberapa hari selanjutnya kakek Makiko terus diteror oleh panggilan telepon yang aneh, karena ketika diangkat, tidak ada suara apa pun dari si penelepon.

Sampai saat ini, kepolisian Jepang tidak bisa menyelesaikan kasus pembunuhan Makiko Tsuchiyama dan mengungkap siapa pelakunya dikarenakan sangat minim petunjuk dan saksi. Wanita misterius yang menelepon kakek Makiko juga tidak diketahui sama sekali identitasnya.

4. Akio Kashiwagi Si Jutawan Penjudi

Sebagai orang yang dikenal sangat kaya, Akio Kashiwagi memiliki kebiasaan menutup rapat pintunya. Semua celah dikunci rapat dan memiliki keamanan yang tinggi sehingga tidak dapat dibobol dengan mudah. Namun, sebagai jutawan, Akio juga sangat suka berjudi dan berfoya-foya. Kabar burung mengatakan ia menanggung beban hutang dalam nominal yang sangat besar. Lantas pada tanggal 3 Januari 1992, Si Jutawan Penjudi ditemukan tewas di dapur kediamannya dengan banyak luka tikaman.

Pihak kepolisian meyakini bahwa senjata yang digunakan untuk membunuh Akio adalah sebuah pedang samurai. Namun mereka kebingungan, karena tidak ada tanda-tanda bahwa rumah korban telah dibobol. Tambah anehnya lagi, tidak ada barang yang hilang satu pun meski rumah milik korban penuh dengan barang mewah. Bagaimana mungkin pelaku melakukan pembunuhan tanpa perlu membobol rumahnya, meninggalkan jejak-jejak, atau terpikat untuk mengambil beberapa barang mahal?

5. Mieko Mizuno dan Hideko Akashi di bukit Nohara

Keiko Mizuno dan Hideko Akashi diketahui pergi ke bukit Nohara untuk mencari tanaman, namun hingga larut malam, mereka belum kembali juga. Dua hari kemudian, tiba-tiba dua mayat ditemukan di bukit tersebut dengan luka memar pada sekujur tubuhnya. Itu ternyata adalah mayat mereka berdua, Keiko dan Hideko. Selain luka memar, pada mayat Hideko Akashi ditemukan luka tusukan, sedangkan pada mayat Keiko Mizuno ditemukan bekas cekikan dan tanda-tanda pemerkosaan.

Sebilah pisau menjadi bukti pembunuhan sekaligus saksi bisu atas pembantaian sadis dua orang ini. Namun, pisau yang ditemukan di sekitar tempat mayat tidak cukup membawa polisi ke kesimpuan atas pelakunya. Selain itu, yang membuat aneh adalah penemuan sebuah catatan di kantong celana Hideko Akashi yang berisi permintaan tolong, “Aku telah diikuti. Kumohon selamatkan aku. Dia bukanlah orang yang baik.” Pertanyaannya, siapa yang dimaksud ‘dia’ dalam catatan tersebut?

0 komentar:

Posting Komentar

terima kasih